Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda blog Halaman 65

Tak Ada Sekat, Kapolres Mamuju Buka Bersama Tukang Becak, Jukir Dan Kuli Bangunan

AKBP.Muhammad Rivai Arvan (Kapolres Metro Mamuju) duduk bersama dengan tukang becak, jukir dan kuli bangunan./ Sumber Foto : Humas Polres Metro Mamuju.

Gandangdewata.com, – Mamuju – Tak ada sekat yang terlihat di Mako Polres Mamuju pada Selasa (7/5) tadi, antara Kapolres Mamuju dengan sejumlah tukang becak,kuli bangunan dan tukang parkir.

AKBP. Muhammad Rivai Arvan,S.I.K.,MH tampak terlihat duduk bersama dengan mereka pada acara buka puasa bersama di hari kedua ramadhan ini.

Bukan hanya itu, sejumlah becak terparkir rapi dilapangan Mako Polres Mamuju dimana pemiliknya duduk santai sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Sejumlah Becak Terparkir rapi di halaman Mako Polres Mamuju.

Senyum sumringa dari pria berpangkat AKBP ini dengan mengenakan peci putih miliknya dihadapan beberapa tukang becak,kuli bangunan dan tukang parkir cukup menjadi petanda bahwa perbedaan status sosial bukan menjadi penghalang untuk bisa menikmati berkah di bulan Ramadhan kali ini.

Daeng Gassing (42) pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan merasa senang bisa duduk dan makan bersama dengan Kapolres Metro Mamuju.

” Yah senang pak , karena bisaki duduk dan buka puasa bersama dengan pak Kapolres,” ujar Daeng Gassing.

Dirinya juga mengaku baru pertama kali diundang di Mako Polres untuk buka puasa bersama dengan para polisi termasuk dengan punggawa Polres Metro Mamuju.

” Barusanku ini diundang ke Kantor polisi untuk buka puasa bersama dengan bapak – bapak polisi apalagi ada juga kapolres,” kata Gassing.

Dia (Kapolres) baik hati, tidak ada nabedakan kita ini orang kecil, jadi semoga bertambah reskinya dan diberikan umur panjang,” sebut Gassing sembari merapikan topi yang dikenakan dikepalanya.” Kunci Gassing.

Untuk diketahui kegiatan buka puasa bersama Personil “Polres” Metro Mamuju dengan seluruh masyarakat dan berbagi takjil ini rencananya akan digelar setiap hari selama bulan suci Ramadhan dan terbuka untuk umum.

(Ril/Adi).

HMI Manakarra Nilai Penetapan Harga TBS Di Sulbar Tidak Mengacu Ke Permentan

Sopliadi (Ketua Umum HMI Cabang Manakarra)

Gandangdewata.com, – Mamuju – Harga sawit di Sulawesi Barat kini terus mendapat perhatian dari berbagai elemen.

Seperti halnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra yang kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pertanian Sulawesi Barat pada Jumat (3/5) lalu.

HMI Cabang Manakarra menduga ada permainan dilakukan oleh pihak tim penetapan perusahaan.

“Kami telah melihat ada indikasi dalam setiap penetapan terkesan disembunyikan,” ujar Sopliadi selaku ketua Umum HMI Cabang Manakarra.

Selain itu kami melihat bahwa tim penetapan tidak mengacu dalam aturan permentan, dimana dalam setiap penetapan tidak mengikuti rumus indeks K,” ujar Sopliadi.

Untuk itu kami mendesak pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam hal ini dinas Pertanian untuk meminta invoice perusahaan yang asli dalam setiap penetapan yang dilakukan sekali dalam 1 bulan, mendesak pemerintah mengganti Tim penetapan,” tegasnya.

Terakhir adalah mendesak pemerintah agar segara membuat Peraturan Gubernur atau perda yang mengatur regulasi penetapan harga sawit,” kata Sopliadi.

Sementara ditempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, Abd Waris menanggapi tuntutan HMI mengatakan,pihaknya berjanji akan memanggil semua direksi perusahaan sawit di Sulbar untuk mendiskusikan persoalan penetapan harga sawit di Sulbar.

Sementara apa yang menjadi tuntutan Mahasiswa untuk mengganti tim penetapan harga TBS, maka silahkan usulkan ke Gubernur dan jika ada putusan maka kami siap untuk diganti,” ujar Abd Waris.

Untuk setiap penetapan harga TBS dirinya berjanji akan menghadirkan beberapa perwakilan Mahasiswa untuk mendampingi dalam proses penetapan harga TBS.

” Pihak kami akan memanggil Mahasiswa pada setiap penetapan harga TBS untuk mendampingi proses penetapan harga.” Kunci Abd Waris (3/5) lalu .

(Ril/Adi).

GMNI Cabang Mamuju Nilai Kualitas Pendidikan Kita Masih Terbelakang

Esa Hermansyah (Ketua Umum GMNI Cabang Mamuju).

Gandangdewata.com, – Mamuju – 2 Mei kerap diperingati sebagai hari pendidikan nasional (Hardiknas).

Dimomentum 2 Mei 2019 kali ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju menilai bahwa kualiatas pendidikan masih sangat terbelakang.

Ketua Umum GMNI Cabang Mamuju Esa Hermansyah mengatakan, secara nasional Indonesia masih dibilang terbelakang dalam hal kualitas pendidikan. Kita masih kalah jauh dari Finlandia.

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik pun kita juga kalah dalam hal kualitas pendidikan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Esa.

Sementara dalam skala lokal dirinya menyebut bahwa, potret dunia pendidikan di Sulbar saat ini sangat memprihatinkan. Itu bisa dilihat dari aspek tenaga pendidik atau guru. Guru belum terdistribusi dengan baik di tiap-tiap sekolah.

Ia melihat bahwa di Sulbar pemerataan guru belum maksimal.

” Guru belum terdistribusi dengan baik di tiap – tiap sekolah, bahkan banyak sekolah terpencil yang masih belum punya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hanya mengandalkan guru honorer serta sukarela. Padahal dalam undang-undang dengan begitu jelas mengatur tentang kewajiban distribusi guru tenaga pendidik secara merata di setiap sekolah tanpa membedakan,” Terang Esa.

Selain itu sarana dan prasarana yang belum memadai, saya kira anggaran untuk dana pendidikan 20% itu harus betul-betul terealisasi dan menyentuh basis-basis yang memang berhak. Jangan sampai anggaran untuk dana pendidikan itu tidak terakomodir dengan baik dan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung,” Paparnya.

Saat ditanya tentang spirit untuk membangun dunia pendidikan kita saat ini, Esa menjelaskan bahwa spirit yang harus kita tanamkan dalam hal membangun pendidikan agar semakin baik dan berkualitas adalah dengan menanamkan semangat nasionalisme patriotisme, pendidikan budaya dan kearifan lokal serta nilai-nilai agama dan moralitas.

Menurut ketua GMNI Cabang Mamuju ini bahwa, pelajaran kebudayaan itu juga sangat dibutuhkan, apalagi menyangkut kearifan lokal karena itu adalah identitas yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Saya justru berharap lagu-lagu daerah, bahasa daerah, tarian daerah, dan norma kebudayaan leluhur itu diajarkan agar kita menjadi berkarakter dan berkepribadian dalam hal kebudayaan.

Lebih jauh Esa mengurai bahwa, saya rasa itulah pentingnya pendidikan karakter kepada peserta didik sedini mungkin. Jangan hanya fokus diwilayah aspek pendidikan kedisiplinan ilmu pengetahuan sehingga lupa bahwa pendidikan karakter dan pendidikan norma juga tidak kalah penting. Perlu juga penekanan kepada siswa, orang tua siswa bahwa pendidikan bukan hanya ada disekolah tapi disemua tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru agar tertanam benih moralitas yang berkeadaban seperti kata Roem Topatimasang.

Dimomen Hardiknas ini tak kalah penting juga bagi kita semua terkhusus di Sulbar yakni GTT dan PTT perlu juga mendapatkan perhatian yang serius dari Pemprov Sulbar. Karena dalam hal menjalankan kewajiban sesuai konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa telah dilakukan oleh GTT dan PTT dengan serius dan Pemprov Sulbar wajib dan jangan tutup mata untuk nasib mereka.” Kunci Esa Hermansyah (2/5).

(Adi).

Polemik Anggaran Sandeq 1,8 M, Mantan Tenaga Ahli Gubenur Bilang Begini

Sandeq.

Gandangdewata.com, – Sulbar – Polemik pengadaan perahu sandeq oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, kembali menjadi pertanyaan publik. Pasalnya, beberapa perahu sandeq yang diduga adalah dari proyek DKP tersebut, ditemukan dalam kondisi rusak dan terbengkalai.

Mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Maenunis Amin, ikut bereaksi terkait polemik proyek pengadaan sebesar 1,8 miliar tersebut.

“Anggaran pembuatan 20 unit perahu sandeq dari DKP Provinsi di tahun anggaran 2018 dengan anggaran 1,8 miliar itu, sebenarnya sudah pernah disoal oleh media dan sejumlah penggiat budaya Sulbar di tahun 2018 lalu. Foto yang saya upload di akun Facebook itu hanya untuk mendapat jawaban dari pertanyaan yang kembali menyeruak di publik.” Ungkap Maenunis.

Kondisi Perahu Sandeq yang Bocor.

Ditanya apakah ada aroma mark up dalam realisasi anggaran pengadaan perahu sandeq tersebut, dirinya menyarankan untuk para media bertanya langsung ke Dinas Kelautan Perikanan Sulbar.

“Silahkan tanyakan langsung ke DKP, apakah itu memang perahu sandeq yang mereka anggarkan sebesar 90 juta per unit, lalu buatlah analisis spesifikasi dengan biaya pembuatannya. Kalau tidak rasional, ya berarti dugaan mark up bisa jadi memang ada. Kalau teman-teman media butuh tambahan data, saya siap berbagi informasi terkait masalah ini.” Kunci Maenunis.

(Yusril).

HMJM – STIE MM Gandeng Kanwil DJPB Sosialisasikan Program UMi

Kegiatan Sosialisasi Program UMi di Kampus STIE - MM.

Gandangdewata.com, – Mamuju – Sosialisasi Program Pembiayaan Ultra Micro (UMi) oleh Kanwil Direktorat Jendral Perpendaharan (DJPB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),bekerjasama dengan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ-M) STIE Muhammadiyah Mamuju, Rabu (24/4) dipusatkan di Aula Kampus II STIE Muhammadiyah Mamuju (MM) mengusung tema Mengenal Program Pembiayaan UMi untuk meningkatkan Pendapatan Ekonomi”

Ketua panitia Syarifuddin mengatakan semoga dengan adanya kegiatan Seminar Ekonomi ini, mahasiswa dapat lebih mencermati dan mendalami disiplin ilmu yang ia jalani.

Selain itu kata Syarifuddin, kita juga dapat menyebarluaskan program pembiayaan UMi ini kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.

Ditempat yang sama Ketua HMJM – Stie- MM Ray Akbar Ramadhan mengatakan, kami membuat kegiatan ini khusus untuk teman-teman mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju sebagai upaya membangun Peradaban Intelektual yang mencerahkan, dan sebagai wujud membangun kebersamaan serta persatuan untuk kita semua sebagai Mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju.

Kegiatan ini harus kita rawat dan jaga bersama untuk meningkatkan langkah-langkah kita kedepan yang lebih baik lagi,” Ujar Akbar.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua IV Bidang AIK STIE Muhammadiyan Mamuju Furqon Mawardi.

Dalam sembutanya Furqon Mawardi memberi apresiasi atas program kerja pengurus HMJ-M yang yang telah berinisiatif memberikan wadah Mahasiswa untuk belajar dalam bentuk Seminar Ekonomie.

“Kami dari Kampus dan terutama kepada saya secara pribadi sangat mendukung kegiatan ini yang begitu bermanfaat serta memberikan nilai positif bagi mahasiswa dalam upaya mencerdaskan seluruh mahasiswa,” Kata Mawardi.

Selain itu Mawardi menambahkan, kami patut berterimah kasih dan perlu memberikan apresiasi kepada Pengurus HMJ-M STIE Muhammadiyah Mamuju, telah bekerja keras dan berupaya melaksanakan kegiatan ini dengan niat baik untuk mendidik kita semua lewat program kerjanya.

Setelah memberikan sambutan dihadapan Mahasiswa, kegiatan Seminar Ekonomi dengan tema” Mengenal Program Pembiayaan UMi untuk meningkatkan Pendapatan Ekonomi” Furqon langsung membuka secara resmi.

(Muh.Zen)

Arsal Aras Optimis Demokrat Raih 6 Kursi Di DPRD Mateng

H. Arsal Aras (Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Mamuju Tengah).

Gandangdewata.com, – Mamuju Tengah – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Tengah, H.Arsal Aras optimis partainya raih 6 kursi di DPRD Mamuju Tengah.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (24/4) Arsal menyebut bahwa, berdasarkan form C1 yang kami miliki kita bisa meraih 4 kursi di Dapil 1(Tobadak – Topoyyo), Dapil 2 (Karossa) 1 kursi tetapi berpotensi menjadi dua.

Sementara untuk Dapil 3 (Budong – Budong dan Pangale) 1 kursi, sehingga kita bisa pastikan Demokrat bisa raih 6 kursi,” kata Arsal.

Lebih jauh Arsal menyebut bahwa meski demikian bukan tidak mungkin ini bisa bertambah,dimana kita sudah punya Form C1 yang bisah menjadi barometer awal, namun kita tetap akan menunggu hasil akhir dari KPU Mamuju Tengah.

Selain itu politisi Demokrat ini mengaku mendapat temuan pada form C1 yang diduga salah pada penjumlahan.

” Kami juga temukan C1 ada yang salah jumlah di Tobadak 8 Desa Sejati, jadi biasanya dibuka kembali untuk di hitung untuk mencocokkan yang salah,” kata Arsal.

Kita maklum kepada petugas KPPS yang bekerja 24 jam lebih, tapi itu tidak akan banyak perubahan.” Kunci Arsal Rabu (24/4).

(Adi).

GPLB Kawal Dugaan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Rhyan (Bidang Advokasi Kerakyatan GPLB) saat mendampingi Korban dan orang tuanya di Polsek Kalukku.

Gandangdewata.com, – Mamuju – Sebanyak tujuh orang anak dibawah umur diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang kakek berinisial JL (60) di Lekbeng Timur, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Rhyan Koordinator Advokasi Kerakyatan Gerakan Pemuda Lekbeng Bersatu kepada Gandangdewata.com Selasa (23/4) mengatakan, pada awalnya kejadian ini di ketahui sebelum pemilihan umum, dimana adik salah satu korban ditanya sama orang tuanya dalam hal ini ibunya, karena dia (adik korban) membawah uang pulang.

“Setelah ibu korban terus bertanya dari mana uang tersebut ia dapatkan, adik salah satu korban ini mengaku diberikan oleh kakek JL (Tersangka),” kata Rhyan.

Lanjut Rhyan menjelaskan bahwa, setelah itu ibu korban kemudian bertanya kepada adik korban apakah kakek tersebut tidak berupaya melecehkan, dia mengaku tidak .Tidakji saya tapi kakak ji napegang – pegang,” begitu pengakuan adik korban kepada ibunya.

“Sampai sejauh ini jajaran Polsek Kalukku sementara melakukan pendalam kasus dan pelaku sudah diamankan di Polsek Kalukku, dimana untuk sementara kami menduga bahwa pelaku ini mengidap penyakit Pedopil (gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah umur),” kata Rhyan.

Dirinya berharap bahwa kasus ini bisa segera terungkap dan ditangani dengan adil.

Harapan kami, kasus ini bisa terungkap dan pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ujar Rhyan.

Sementara itu Sekertaris Umum Gerakan Pemuda Lekbeng Bersatu Andika Putra mengatakan, dari kasus pelecehan anak dibawah umur ini, tentu kita akan tetap mengawal sampai proses penegakan hukum, karena ini bicara terkait pelecehan seksual terhadap anak yang masih dibawah umur.

” Semoga kedepan hal ini tidak terjadi lagi, karena tentu ini sangat merusak tatanan moralitas terlebih kepada generasi kita,” Harap Andika.

Senada dengan itu ketua Gerakan Pemuda Lekbeng Bersatu Ismail juga menyayangkan atas adanya tindakan dugaan pelecehan seksual pada anak dibawah umur ini.

Yah, kita sangat sayangkan atas kejadian ini dan tentu kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap motif dari dugaan pelecehan seksual pada anak – anak dibawah umur ini,” terang Ismail.

Pada intinya GPLB akan tetap mengawal kasus ini sebagai upaya proses pendampingan atas kasus pelecehan anak, karena itu koordinasi akan tetap lakukan kepada pihak kepolisian atas proses hukum yang saat ini telah berjalan.” Simpul Ismail.

(Ril/Adi).

Ini Daerah Akan Lakukan PSU Dan Lanjutan Pemilihan Di Mamuju

Hasdaris (Devisi Perencanaan Data Dan Informasi KPU. Mamuju)

Gandangdewata.com, – Mamuju – Pemungutan suara ulang dan lanjutan pemilihan akan dilakukan dibeberapa wilayah di Kabupaten Mamuju.

Dari hasil rekomendasi Bawaslu Kabupaten Mamuju bahwa pemungutan suara ulang (PSU) itu akan dilakukan di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Hal tersebut disampaikan Hasdaris Devisi Perencanaan, Data Dan Informasi KPU Mamuju saat ditemui diruang kerjanya Senin (22/4).

Selain itu kata Hasdaris, ada juga beberapa pemilihan lanjutan yaitu pada TPS 24 – 25 Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju.

Hasdaris menjelaskan bahwa, yang menjadi kendala tekhnis saat ini adalah kesediaan perangkatnya termasuk kertas suara dan kelengkapan TPS, karena itu juga bisa pidana jika tidak disiapkan. Artinya manajemen logistiknya harus disiapkan dalam proses pelaksanaan PSU dan lanjutan ini.

Sementara terkait waktu pelaksanaan PSU dan lanjutan pemilihan Hasdaris menyebut, jika kita bicara aturan seharusnya paling lambat 10 hari setelah hari H, tetapi ada perangkat yang harus kami siapkan dan itu sementara dikondisikan oleh teman – teman pada bagian logistik, dimana harus berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU Pusat untuk penyediaan perangkat itu.

Selain itu dirinya mengakui bahwa memang terjadi kekurangan C1 hologram dibeberapa TPS yang ada, namun KPU sudah menyurat pada tanggal 2 – 3 April 2019 terkait berapa jenis kekurangannya.

“Sampai hari H kekurangan itu ada, tetapi secara tekhnis KPU RI memberikan kita kewenangan dalam bentuk surat 704 bahwa itu bisa diadakan dengan ketentuan itu distempel oleh KPU Kabupaten dan keterangan oleh ketua,”jelas Hasdaris.

Saat ditanya terkait jika dalam proses rekapitulasi tidak ada C1 hologram lalu kemudian merujuk pada C1 Plano, Hasdaris menjelaskan bahwa itu tidak bisa karena C1 hologram itu harus ada, penggantinya boleh diadakan tetapi harus mengacu pada surat 704 KPU RI.

Menanggapi terkait tidak adanya C1 hologram pada TPS 4 Desa Sumare Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju ia mengaku tidak mengetahui persis kronologinya.

” Saya tidak tau persis kronologis kejadiannya, kenapa sampai TPS itu tidak melaporkan kekurangannya karena pada saat penghitungan suara di TPS kita identifikasi semua kekurangan C1 hologram dan C1 Plano kami sudah buatkan,” ujar Hasdaris.

Sebenarnya C1 hologram itu adalah merupakan dokumen penentu, dimana semua sama – sama penting dan kita bisa mengacu ke C1 plano jika memang C1 hologram tidak ada dan itu dibenarkan.” Pungkas Hasdaris Senin (22/4).

(Zen/Adi).

Jaga Kondusifitas Keamanan,Begini Himbauan Ketua KPU Mamuju

Hamdan Dangkang (Ketua KPU Kabupaten Mamuju)

Gandangdewata.com, – Mamuju – Sebagai upaya mempercepat dan menjaga stabilitas keamanan proses rekapitulasi tingkat kecamatan, KPU Kabupaten Mamuju melakukan pertemuan antara Bawaslu dan pihak kepolisian.

Ketua KPU Mamuju Hamdan Dangkang mengatakan, jika terjadi komplain perbedaan C1 dimana misalnya ada 7 partai yang sama kemudian ada 3 yang tidak sama. Maka dari 3 ini, pihak kepolisian akan memproses kenapa bisa terjadi perbedaan, siapa pelakunya dan kenapa bisa dibuat seperti itu.

Menurut Hamdan bahwa selain itu, tentu hal ini akan dikenakan undang – undang nomor 7 pasal 532 dengan ancaman pidananya 4 Tahun Penjara dan denda Rp 48 juta termasuk bisa juga kena pada pidana umum tentang pemalsuan dokumen .

Ia menjelaskan bahwa, sudah banyak beredar terutama dimedia sosial tentang perbedaan C1, tetapi kenyataannya C1 yang dimiliki KPU dan Bawaslu itu sama, tidak sesuai apa yang diposting di media sosial.

Menurut Hamdan bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya menjawab opini masyarakat bahwa penyelenggara melakukan kecurangan.

“Jangan sampai opini masyarakat bahwa penyelenggara ini melakukan kecurangan pada C1 dalam perolehan suara partai.”Kunci Hamdan Senin (22/4).

Untuk diketahui dalam proses rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga untuk memastikan kondusifitas keamanan.

(Zen/Adi).

Temukan Kejanggalan, Sejumlah Saksi Parpol Lakukan Protes

Hartono (Saksi Partai Golkar).

Gandangdewata.com, – Mamuju – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Kecamatan Mamuju, pada Minggu (21/04) mengalami ketegangan

Beberapa saksi partai politik melakukan protes atas data yang ditampilkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Mamuju, hal ini dianggap terdapat beberapa kekeliruan.

Seperti halnya di TPS 3 Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, telah ditemukan ada suara Parpol dan calon anggota DPRD bertambah dan ada juga berkurang

Saksi partai Golkar Hartono menyebut bahwa, kami menemukan ada suara calon yang bertambah dan dicuri, kemudian ada juga kejanggalan pada perolehan suara Parpol, dimana sebelumnya kosong pada C1, namun saat diinput tiba-tiba ada.

Ini temuan kami, dan ini akan merugikan dan sangat berbahaya,” imbuhnya.

Pada rapat pleno tersebut sempat terjadi adu argumen antara saksi dan PPK Mamuju, dan sejumlah saksi memilih Walk Out.

Sementara ketua PPK Kecamatan Mamuju Rahmat Saleh mengatakan, saksi yang keluar dari ruangan agar tidak kembali diberi mandat menjadi saksi dalam proses rekapitulasi perhitungan suara.

Hal inipun memantik kemarahan sejumlah saksi atas statemen yang dinilai melanggar hukum.

(Zen/ Adi).

Baca Juga Berita Populer