Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda blog Halaman 36

Sutinah Harap Sapma Sulbar Bisa Lebih Progresif

Sutinah Suhardi (Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Mamuju)

Gandangdewata.com, – Mamuju – Musyawarah I Sapma – PP Sulbar yang dihelat di Maleo Town Square (Matos) Mamuju, pada Minggu (7/7) akhirnya kembali memilih A. Muh . Abrar Dg Materru sebagai ketua Sapma – PP Sulbar.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila, Kabupaten Mamuju Sutinah Suhardi saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, Alhamdulillah pelaksanaan Muswil berjalan lancar dan tertib.

” Selamat atas terpilihnya saudara Abrar sebagai Ketua Sapma Sulbar dan semoga beliau bisa menjalankan amanah ini dan membawa Sapma menjadi organisasi kepemudaan yang eksistensinya dapat diperhitungkan di Sulbar,” ujar Sutinah Suhardi.

Dirinya berharap Sapma Sulbar kedepan dapat bergerak lebih progresif dan mampu berkontribusi positif kepada Sulawesi Barat.

Kita berharap semoga Sapma Sulbar yang merupakan organisasi Sayap dari Pemuda Pancasila bisa bergerak secara progresif dan berkontribusi positif untuk pembangunan bangsa dan khususnya pembangunan Sulawesi Barat yang lebih baik.” Simpul Sutinah Suhardi Minggu (7/7).

(Adi).

Abrar Nahkodai Sapma – PP Sulbar Secara Aklamasi

A. Muh. Abrar Dg Materru (Ketua Sapma - PP Sulbar Terpilih)

Gandangdewata.com, – Mamuju – Musyawarah Wilayah I Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma – PP) Sulawesi Barat yang dihelat di Maleo Town Square (Matos) Mamuju Minggu (7/7) berjalan dengan lancar.

Pada Muswil I kali ini A. Muh. Abrar Dg. Materru kembali terpilih secara aklamasi.

A. Muh. Abrar Dg Materru saat dikonfirmasi mengatakan, dalam proses Muswil I Sapma – PP Sulbar kali ini tentu kita patut bersyukur, dimana dapat terlaksana sesuai dengan aturan organisasi.

” Karena perwakilan dari masing – masing cabang menyatakan dukungannya kepada saya pada saat pandangan umum, maka forum memutuskan Aklamasi untuk saya,” ujar Abrar.

Lebih jauh Abrar menyebut bahwa, tentu saya berterima kasih atas amanah yang kemudian diberikan kepada saya oleh  teman – teman untuk memimpin Sapma – PP Sulbar kedepan.

Lanjut Abrar, dalam menjalankan roda organisasi kedepan tentu harus tetap terjalin pola komunikasi yang baik sehingga Sapma – PP bisa bergerak secara progresif dalam menjalankan tujuan organisasi ini.

Saya berharap Sapma – PP Sulbar ini tetap konsisten digaris perjuangan termasuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadikan Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara kita.” Kunci Abrar Minggu (7/7).

(Adi).

Sutinah Suhardi Banjir Apresiasi, Ini Diantaranya.

Aktivis perempuan .

Gandangdewata.com, – Mamuju – Dorongan dan apresiasi terhadap Sutinah Suhardi untuk maju mencalonkan diri sebagai calon bupati Mamuju 2020 terus mengalir. Hal ini muncul tak terkecuali dari para aktifis gender dan kalangan kampus.

Bagi kalangan perempuan, Sutinah dinilai bisa menjadi figur penyemangat bagi kaum perempuan Sulbar untuk eksis membawa wawasan gender yang secara elegan di dunia sosial pemerintahan.

“Sangat membanggakan jika ada perempuan yang berkesempatan dan diberi ruang untuk maju sebagai Bupati. Itu akan membawa harapan dan menjadi motivasi mengaktualkan diri bagi perempuan Sulbar.” Ungkap koordinator gender working Sulbar, Retno Dwi Utami.

Aktifis yang akrab disapa Retno ini, menyayangkan proporsi sosial politik perempuan yang belum maksimal. Ia berharap perempuan bisa menjadi kekuatan solid yang saling menguatkan.

“Belajar dari pengalaman berdemokrasi selama ini, perempuan belum memilih perempuan. Sutinah kami harapkan bisa muncul sebagai figur yang benar-benar merepresentasikan soliditas kekuatan perempuan. Saya berharap perempuan dengan kekuatan solid terutama merebut dukungan kelompok perempuan.” Imbuh direktur lembaga perempuan Mandar ini.

Apresiasi juga datang dari aktifis perempuan Mamuju, Jusriah Fahruddin. Menurutnya, ruang sosial politik Sulbar belum maksimal membawa prospek keterwakilan perempuan.

“Suatu kesyukuran jika ada perempuan yang maju di Pilkada Mamuju nanti. Ibu Sutinah yang berani maju sebagai calon bupati akan menjadi catatan bersejarah bagi kami kaum perempuan Mamuju. Semoga bisa terpilih karena itu adalah sebuah kebanggaan besar memiliki keterwakilan langsung selaku perempuan.” Beber Jusriah.

(Adi).

Sutinah Segera Luncurkan Road Map Perspektif Mamuju 2020

Yuslifar Yunus Jafar (Direktur Persfektim Mamuju).

Gandangdewata.com, – Mamuju – Sutinah Suhardi semakin mempertegas keseriusan pencalonannya sebagai bupati Mamuju dengan rencana peluncuran Road Map Perspektif Mamuju 2020.

Rencana peluncuran tersebut disampaikan oleh direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus dalam sebuah diskusi lepas di cafe Pojok Mamuju belum lama ini.

“Perspektif Mamuju yang kita bentuk, mengintegrasi dua segmen substantif menuju Pilkada Mamuju 2020. Segmen pertama mendesain program strategis untuk visi-misi dan janji kerja politik sebagai calon Bupati. Segmen kedua pemetaan politik dan strategi pemenangan Pilkada. Sutinah ingin fokus di Road Map segmen pertama itu dulu.” Ungkap Yuslifar.

Lebih jauh Yuslifar menjelaskan Road Map segmen pertama yang disusun oleh Sutinah akan dimulai dengan tahapan uji publik secara rolling.

“Sutinah ingin bersahabat dengan generasi muda dan memahami mimpi-mimpi mereka. Sutinah ingin menjadi pelayan publik sekaligus “ibu” bagi masa depan cerah anak-anak Mamuju. Ini antara lain yang ingin Sutinah tuangkan dalam visi misinya dan ingin diuji di ruang publik melalui rolling diskusi terbuka.” Terangnya.

Yuslifar menargetkan Road Map sudah diselesaikan sebelum detail tahapan resmi Pilbup dirilis oleh KPU Mamuju.

“Kita targetkan Road Map segmen pertama Perspektif Mamuju 2020 ini sudah selesai sebelum detail tahapan Pilbup dirilis resmi oleh KPU Mamuju. Kita optimis progres Sutinah ini akan direspon positif oleh publik.” Pungkas tokoh muda Mamuju yang akrab disapa bang Yus ini.

(Adi).

#2020 Sugianto Siap Maju Jadi Wakil Bupati Mamuju

Sugianto (Politisi Partai Golkar Mamuju).

Gandang Dewata.com, – Mamuju, – Menyambut tahapan Pilkada Mamuju 2020, sejumlah politisi digadang akan meramaikan pesta demokrasi kedepan.

Seperti halnya Sugianto, Politisi Partai Golkar ini juga menyatakan siap untuk meramaikan pilkada Mamuju tahun 2020.

” Kalau saya tentu harus memahami diri, dimana di DPRD Kabupaten Mamuju ini kami hanya dua orang dari partai Golkar sesuai hasil pileg kemarin. Artinya masih harus membutuhkan 4 orang untuk bisa cukup 20 persen, sehingga kami hanya bersiap menjadi 02,” kata Sugianto.

Lebih jauh dirinya menyebut bahwa, tekad  teman – teman dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari pegunungan sampai pesisir harus Sugianto jadi wakilnya.

Saat ditanya apa yang menjadi modal utama untuk mempersiapkan diri sebagai 02 diperhelatan pilkada kedepan. Wakil Ketua DPRD Mamuju ini menegaskan bahwa, saya ini adalah putra asli Mamuju, termasuk kita diberi amanah duduk di DPRD Ini selama 6 periode dan Insya Allah saya sudah dikenal mulai dari Tapalang sampai ke Tommo.

Sugianto mengaku belum ada komunikasi ke sejumlah tokoh yang digadang akan akan maju sebagai calon bupati Mamuju 2020.

” Sejauh ini memang belum ada dari calon Bupati Mamuju yang memberi sinyal kepada kita,” ujarnya.

Jika kelak nantinya kami diberi amanah untuk menjadi wakil Bupati, maka tentu kita akan membangun komunikasi dengan Bupati agar urusan dilapangan lancar, Karena selama ini saya melihat Bupati dan Wakilnya tidak pernah kompak akhirnya yang terbengkalai adalah program dilapangan.” Kunci Sugianto Rabu (03/7).

(Adi).

Sutinah Suhardi Siap Menyambut Tahapan Pilbup Mamuju 2020

Yuslifar Yunus Jafar (Direktur Perspektif Mamuju).

Gandang Dewata.com, – Mamuju – Sutinah Suhardi disebut telah siap menyambut tahapan Pilkada Mamuju yang akan digelar 2020 mendatang. Hal ini dinyatakan oleh Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus Jafar.

Pria yang akrab disapa bang Yus tersebut menegaskan kesiapan Sutinah dalam mempersiapkan diri sebagai calon bupati dengan bangunan konsep yang progresif.

“Sutinah telah bertekad untuk maju sebagai calon bupati Mamuju. Karenanya, Ia mau berkompetisi dengan wawasan konseptual progresif berbasis pemetaan komprehensif. Secara taktis, Perpektif Mamuju adalah komunitas yang dibentuk untuk kebutuhan analisis akademis dan strategis tersebut.” Jelas Yuslifar.

Hal sama ditegaskan oleh Sutinah ketika dikonfirmasi. Perempuan energik ini mengaku telah melakukan kajian serius atas sejumlah dinamika kabupaten Mamuju.

“Benar, Insya Allah kita sudah bulat akan maju sebagai calon bupati Mamuju 2020 nanti. Tapi ini bukan hanya bagaimana memenangi Pilkada, tapi kita mesti siap dengan kajian komprehensif memproyeksi pembangunan sosial, politik dan pemerintahan Mamuju sebagai ibu kota.” Ungkap Sutinah.

Sutinah juga menegaskan kesiapan menyambut tahapan Pilkada pada awal Juli sebagaimana yang dilangsir oleh ketua KPU Mamuju beberapa waktu lalu.

“Kita sudah melakukan kajian-kajian strategis terkait Pilkada Mamuju 2020. Kita juga sudah membentuk komunitas Perspektif Mamuju sebagai instrumen menghadapi tahapan Pilkada yang akan dimulai awal Juli ini. Insya Allah setiap tahapan akan kita hadapi dalam kerja tim yang terukur.” Kuncinya.

(Adi).

Final Piala Menpora U-14 Dan U- 16 2019 Resmi Ditutup .

Panitia dan penyelenggara Piala Menpora 2019 Di Sulbar.

Gandang Dewata.com, – Mamuju – Piala Menpora U- 14 dan U-16 tahun Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 akhirnya memasuki babak final yang dihelat di Lapangan Merdeka Kabupaten Mamuju, Sabtu (29/06).

Pada babak final tersebut untuk usia 14 Tahun, SSB Mitra Manakarra Mamuju berhadapan dengan SSB Tidola Polman.

SSB Mitra Manakarra berhasil mengungguli SSB Tidola Darma Polman dengan skor 2 – 1.

Sementara pada usia 16 Tahun SSB Mitra Manakarra berhadapan dengan SSB Tidola Darma Polman harus berakhir dengan skor 4 – 1 dengan keunggulan SSB Mitra Manakarra.

Dengan berakhirnya babak final oleh kedua skuad tersebut, maka Kejuaraan piala Menpora U –  14 dan U- 16 akhirnya ditutup secara resmi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat di lapangan Merdeka, Mamuju Sabtu (29/06).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Andi Saiful Rauf dalam sambutannya mengatakan,kami ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya selama proses kegiatan ini sehingga dapat berjalan aman, lancar dan tertib.

Selain itu kami menyampaikan kepada adik – adik yang keluar sebagai pemenang, jangan cepat merasa puas atas prestasi saat ini yang diraih dan Ini harus senantiasa menjadi motivasi untuk lebih giat dalam berlatih,” Ujarnya.

Begitu juga kepada adik – adik kita yang belum mendapat kesempatan jadi pemenang agar tidak berkecil hati, karena masih banyak event- event selanjutnya sehingga tetap semangat dalam berlatih,” kata Saiful.

“Adalah sebuah kebanggaan bagi kita di Sulbar nantinya jika adik – adik bisa mewakili Sulbar ke kanca nasional,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa pada piala Menpora yang dihelat selama 5 hari di lapangan Ahmad Kirang Mamuju yang keluar sebagai juara diantaranya adalah.

Pada U-14

1 . Juara III bersama yakni SSB Panser Polman dan SSB Garuda Mateng dengan mendapatkan tropy  dan uang pembinaan.

2 . Juara II SSB Tidola Darma Polman dengan mendapat tropy serta uang pembinaan

3 . Juara I SSB Mitra Manakarra dengan piala dan uang pembinaan.

Sementara pada U-16 sebagai berikut :

1.  Juara III bersama SMA neg 1 Kalukku dan Gaspol Majene dengan mendapat tropy dan uang pembinaan.

2 . Juara II SSB Tidola Darma Polman dengan tropy dan uang pembinaan.

3 . Juara I SSB Mitra Manakarra Mamuju denga mendapat piala serta uang pembinaan.

Adapun top skor pada U-14 yakni Slamet dengan 4 Gol dan Best Player adalah Satria Dani Irawan, untuk U- 16 top skor Edgar Amping sementara Best Player Anhar.

(Zen).

Penyerangan Sekret HMI Polman, Aparat Harus Usut Tuntas

Nur Ikcsan,S.ip ( Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra periode 2012 -2013)

Gandangdewata.com, – Polman – Terkait adanya insiden penyerangan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar, di Jl Gatot Subroto Polewali Mandar mendapat respon dari Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra periode 2012 -2013.

Nur Ikcsan S.ip Ketua umum HMI Cabang Manakarra periode 2012 – 2013 mengatakan, atas insiden penyerangan Sekretariat HMI Cabang Polewali Mandar sekitar pukul 20 : 00 WITA pada Sabtu malam tentu sangat disayangkan.

Dari informasi yang kami terima, dari penyerangan tersebut dimana pelakunya sampai saat ini identitasnya belum diketahui, dan akibat dari insiden tersebut 1 motor terbakar dan fasilitas kasur milik kader HMI Cabang Polman,” terang Ikcsan.

Tentu kita berharap bahwa pihak kepolisian segera mengusut tuntas atas adanya insiden ini dan tetap menegakkan hukum apabila pelakunya sudah diketahui.” Kunci Nur Ikcsan, Minggu (29/6).

(Adi).

Sapma – PP Sulbar Gelar Rapat Persiapan Muswil

Pengurus Sapma - PP Sulbar.

Gandangdewata.com, – Mamuju –Sejumlah Pengurus wilayah satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) – PP Sulbar menggelar rapat persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil), di warkop Dg Arief Mamuju Selasa (25/6).

Ketua Pengurus Wilayah Sapma – PP Sulbar A.Muh .Abrar Dg Materru saat dikonfirmasi mengatakan, kami melakukan rapat dengan beberapa pengurus untuk menindak lanjuti instruksi dari pengurus Sapma pusat, dimana di harapkan kepada semua pengurus Wilayah se- indonesia yang belum melaksanakan Muswil, agar segera melaksanakan muswil sebelum bulan Agustus.

“Terkhusus di Sulbar ini, rencana Muswil ini akan dilaksanakan pada tanggal 7 juli 2019 mendatang, ” kata pria yang akrab disapa Abrar ini.

Kita tentu berharap bahwa semoga muswil satu ini menjadi Pondasi yang kokoh untuk Sapma kedepan di sulawesi Barat sekaligus menjadi langkah untuk membawa Sapma lebih besar dan solid.” Simpul Abrar Selasa (25/6).

(Zen/Adi).

Anhar Gonggong : Kita Merdeka Karena Orang Tercerahkan

Foto bersama Prof Anhar Gonggong .

Gandangdewata.com – Mamuju – Tentu bukan hanya sekedar memenuhi hasrat intelektual secara personal atas lawatan sosok sejarawan Indonesia yakni Prof.Dr Anhar Gonggong ke Mamuju pada kamis, (20/06/19) lalu. Namun lebih daripada itu, tentu ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi siapa saja yang ingin mengulik sejarah perjalanan negara ini meski hanya sebentar.

Membincang sejarah memang sebagian orang menganggap bahwa ini bukan sebuah pekerjaan mudah dan tentu membutuhkan proses panjang. Tetapi bukan sebuah alasan untuk tidak memacu diri mengetahui sejarah perjalanan negara ini melalui para ahli sejarah sekelas Anhar Gonggong.

Jika selama ini kita hanya bisa menyaksikan melalui layar kaca televisi atau melalui canel YouTube dibeberapa kegiatan diskusi dengan menghadirkan sosok sejarawan berambut gondrong ini, maka dengan kehadirannya di ibukota Provinsi Sulawesi Barat harus betul – betul kita manfaatkan untuk menggali ilmu yang ada pada diri sosok Anhar Gonggong.

Kita merdeka karena orang tercerahkan.

Kemerdekaan Indonesia tak jarang dipahami sebagai sebuah proses perjuangan yang panjang bagi para pemimpin kita dimasa lalu, baik itu secara personaliti maupun secara kolektif dengan cara kontak fisik. Namun hampir saja kita “Amnesia” atas kemerdekaan tersebut juga dapat diraih dari pemikiran jernih serta sikap bijaksana dari tokoh – tokoh bangsa.

Bagi sosok Anhar Gonggong secara gamblang ia menyebut bahwa kita bisa merdeka, kita bisa mempersatukan diri oleh karena ada kesadaran baru, dan siapa yang melahirkan kesadaran baru itu adalah orang – orang terdidik.

Tidak hanya sekedar terdidik tetapi dia juga tercerahkan, artinya kecerdasan intelektual (Akal) dan kecerdasan qolbu (hati nurani) senantiasa menjadi satu kesatuan integral yang senantiasa tertancap pada diri para pemimpin kita dimasa lampau.

Kecerdasan seperti inilah para pemimpin terdahulu kita telah menyebar luas,termasuk di Sulawesi dalam pengertian 4 suku bangsa besar diantaranya Bugis Makassar, Mandar dan toraja juga kemudian terkena imbas dari kesadaran baru itu, imbas dalam pengertian baik disamping kesadaran baru itu juga memang melahirkan suatu dorongan bahwa kita ini tidak boleh hanya selalu menjadi orang tertindas.

Spirit melepaskan diri dari ketertindasan.

Kemerdekaan Indonesia ini dimata pria kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan tersebut tentu juga tidak terlepas dari fakta atas adanya ketertindasan oleh para penjajah saat itu, namun upaya melepaskan diri dari ketertindasan tidaklah bisa diraih dengan sendiri – sendiri.

Kata Anhar bahwa kita harus melepaskan diri dari ketertindasan itu, tetapi tentu tidak bisa dilakukan dengan sendiri – sendiri, oleh karena diperlukan kekuatan baru yang bisa saling menunjang.Maka kemudian kontan antara suku bangsa yang satu dengan yang lainnya pada saat itu telah memiliki sebuah kesadaran seperti datangnya pemimpin dari Jawa kebeberapa pulau termasuk Soekarno beberapa kali ke Sulawesi sekitar tahun 1940 an untuk menyebarkan kesadaran baru ini.

” Inilah dimulainya proses itu, sehingga sebenarnya kita tidak dipaksa tetapi ada upaya dilakukan oleh Soekarno mengajak untuk bersama – sama melawan penjajah dan membangun kemerdekaan dengan nama indonesia.

Indonesia jadi Pengikat.

Pada awalnya dari 3.370 kerajaan di Indonesia termasuk kerajaan di Sulawesi, Kalimantan dan Jawa itu masing – masing memiliki eksistensi, namun ketika mendengar Indonesia maka dengan sendirinya itu semuanya mati sebab adanya kesadaran baru dan menjadikan Indonesia sebagai pengikat. Sehingga tentu tidak bisa kita napikan bahwa Indonesia ini berdiri tegak diatas puing – puing kerajaan .

Meskipun kerajaan – kerajaan lokal ini hilang, tetapi dia kemudian mampu menciptakan sesuatu hal yang baru, dimana hal baru ini kalau kita pelihara dengan baik akan memberikan yang lebih luas kepada kita.

Kita bisa membayangkan bahwa ketika kita tidak merdeka atau tersekat dalam kerajaan, maka kemerdekaan itu yang menikmati cuman segelintir orang dimana hanya berkutat dilingkungan keluarga itu saja, tetapi karena kita terbuka sehingga diantara kita semua ini punya potensi menjadi pemimpin.

Dari diskusi singkat dengan Anhar Gonggong 4 hari yang lalu, maka ada hal yang cukup sederhana bisa dipetik bahwa Indonesia merdeka ini berangkat dari sikap upaya untuk membunuh segala bentuk ego demi hingga sampai pada sebuah ego negara maka lahirlah Indonesia.

(Adi).

Baca Juga Berita Populer