Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda blog Halaman 3

APBN Terus Mengalir ke Mateng, Bupati Apresiasi Pemerintah Pusat

Gandangdewata.com, Mateng – Pemerintah pusat terus memberikan perhatian bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Itu setelah kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui kementrian PUPR untuk Mateng di Tahun 2019 lalu telah diberikan, kemudian bakal dikucurkan lagi di tahun 2020 ini sekitar 2 Trilliun rupiah.

Dengan hal itu, Kabupaten termuda di Sulawesi Barat ini pun menjadi daerah langganan kucuran APBN selama dua tahun berjalan ini.

“Anggaran (APBN) yang masuk di Kabupaten Mamuju Tengah kurang lebih 2 trilliun di tahun 2020 ini, selain dari APBD kita. Itu menandakan bahwa pemerintah pusat betul-betul memperhatikan Mamuju Tengah ini,” terang Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni saat dikonfirmasi di Topoyo, Mateng, Kamis (30/1).

Hal itu kemudian dinilai Aras, sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Indonesia.

“Jadi yang saya pelajari selama ini, biasa ada opini kalau pemerintah pusat memberikan bantuan kepada daerah tidak merata, saya liat sudah lebih daripada merata di seluruh daerah di Indonesia. Jadi Mateng ini tidak ketinggalan lah, karena pemerintah pusat betul-betul memperhatikan Mamuju Tengah ini,”pungkas Aras.

Ia menambahkan, Pemkab Mamuju juga terus berupaya membuka ruang kepada investor yang ingin berinvestasi di Mateng. Terbukti, baru-baru ini, PT SunRei Product sebagai perusahaan asing pengolah makanan, menyambangi Mateng dengan rencana investasinya.

“Kami sudah kerjasama dengan investor asing, dimana daerah kita ini juga penghasil pisang terbesar di Sulbar, olehnya itu kerjasama dengan investor ini kita akan ekspor pisang, dan kita akan membuka lahan perkebunan pisang. Nantinya juga investor ini berencana membangun pabrik pengolahan hasil pertanian di Tobadak,”tambahnya.

Olehnya kata Aras, pemanfaatan bantuan APBN maupun pengelolaan APBD digenjot pihaknya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, utamanya dalam hal pembangunan maupun perbaikan infrastruktur maupun sarana dan prasarana.

“Infrastruktur utamanya akses di daerah-daerah terisolir itu sudah mencapai 79 persen sudah bisa diatasi. Hanya saja memang di dalam kota pembenahan kita belum menyentuh sepenuhnya, dan itu yang kami kejar, disamping kita bersyukur income masyarakat sangat menjanjikan terus tumbuh, dan angka kemiskinan perlahan berhasil kita tekan, dan saya sangat bangga dan berterimakasih kepada yang maha kuasa dengan adanya peningkatan itu selama empat tahun terakhir ini,”kuncinya.(*)

Wabup Mateng Harap Pesantren Cetak Generasi Pelanjut Pemimpin Masa Depan

Gandangdewata.com, Mateng – Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Muh. Amin Jasa meyakini keberadaan pasantren selain menjadi filter dari pengaruh negatif bagi generasi muda, selain juga diharapkan bisa mencetak generasi pelanjut dan pemimpin masa depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mateng saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang di rangkaikan dengan Wisuda Khataman Shorof ke V di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Yayasan Haji Leda, di Dusun Karondang, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mateng, Rabu (30/1).

Amin Jasa menambahkan, seorang santri yang kesehariannya dihadapkan pada kegiatan yang banyak bergelut dengan belajar dan mengkaji kitab-kitab serta ilmu agama, hendaknya ketika akan menjalani semua itu dapat menanamkan niat yang baik dalam menuntut ilmu. Serta dapat membiasakan sikap iklas dalam setiap menerima pelajaran dari guru.

“Pondok pesantren ini adalah sebuah lembaga yang kita harapkan nantinya yang akan mencetak generasi-generasi pelanjut, generasi-generasi pemimpin masa depan di daerah kita khususnya Kabupaten Mamuju Tengah,” ujar Amin Jasa.

“Atas nama pemerintah kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setulusnya kepada yayasan yang telah membangun dan mendirikan pesantren ini sebagai lembaga yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi islami, yang kita harapkan yang tampil memimpin dan membawah daerah kita ini lebih bagus di masa-masa yang akan datang,” sambungnya.

Memulai suatu kebaikan itu pasti ada tantangan kata Amin Jasa, namun tantangan merupakan motivasi untuk berbuat lebih giat lagi. Terbukti kata Amin Jasa, dilihat dari buah perjuangan dan usaha yang dirintis oleh yayasan Haji Leda ini.

“Untuk itu sekali lagi saya menyampaikan terimah kasih, Karna ini adalah salah satu bagian membantu pemerintah di dalam membangun keagamaan di daerah kita ini, Saya berharap agar pesantren ini dapat kita kembangkan dengan lebih baik dan ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tangung jawab yayasan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai orang tua dan sekaligus sebagai masyarakat yang ada di Mamuju Tengah khususnya kita yang beragama Islam,” kata Amin Jasa.

Saat ini generasi muda dihadapkan berbagai persoalan, baik persoalan narkoba, prostitusi, dan yang lain-lain yang dapat mengancam dan merusak generasi, tapi dia yakin dengan lembaga pesantren yang ada dapat menjadi pilter bagi masuknya pengaruh-pengaruh yang negatif bagi generasi muda.(*/hms)

Bupati Mateng: Perumahan Rejawan Mansion City Harus Jadi Contoh

Gandangdewata.com, Mateng – Bupati Mamuju Tengah, H. M. Aras Tammauni, meletakkan batu pertama untuk pembangunan Perumahan Rejawan Mansion City, Selasa (22/01/2020) di kawasan Kota Terpadu Mandiri, Tobadak, Mateng.

Selain Bupati Mateng, hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Mateng, Anggota DPRD Sulbar Hj. Amalia Fitri Aras, Ketua DPRD Mateng H. Arsal Aras, Wakapolres Mateng, Perwira Penghubung Kodim 1418 Mamuju, pengembang perumahan Rejawan Mansion City, para Kepala OPD dan undangan lainnya.

Dalam kesempatannya, Bupati Mateng H. Aras Tammauni mengatakan, kehadiran perumahan ini harus disambut dengan baik oleh semua pihak. Hal ini menjadi bagian dari progres pembangunan di Mamuju Tengah.

“Kita hari ini sama-sama menyaksikan. Alhamdulillah, kita melangkah lagi. Mudah-mudahan ini disambut dengan baik. Dan harus didukung secara bersama-sama,” kata H. Aras Tammauni.

Aras memastikan, bahwa bangunan perumahan ini nantinya harus menjadi contoh untuk kelas perumahan lainnya di Sulawesi Barat. Apalagi, bangunan ini nantinya akan dilengkapi beragam fasilitas, seperti pasar, kolam renang, ruko niaga tradisional dan tempat olahraga, tempat permainan anak, taman dan fasilitas lainnya.

“Saya meyakini perumahan ini termasuk perumahan paling termegah. Olehnya, saya ingin perumahan ini contoh bagi kabupaten lainnya. Maka nanti bangunan diperbaiki betul dan kebersihannya dijaga,” harap Bupati.

Kalau berhasil, kata mantan Ketua DPRD Sulbar itu, maka selanjutnya juga akan dibangun perumahan di berbagai tempat di Mateng. Sebab hal tersebut akan semakin mempercantik Kabupaten termuda di Sulbar ini.

“Jadi kalau ini berhasil maka kita akan bangun lagi di Tobadak, kemudian rumah mewah juga akan dibangun di belakang pasar Topoyo. Makanya jangan disia-siakan kesempatan ini,” ucapnya.

Aras pun meminta agar para Kepala OPD Pemkab Mateng, termasuk para pengusaha dan masyarakat dapat mendaftar dan membeli rumah di perumahan ini.

“Mudah-mudahan saya juga ambil ruko dua. Semua Kadis juga ambil di perumahan ini. Nanti kalau dipanggil dari perumahan ke Kantor jadi bisa cepat. Sebab sangat dekat dnegan Kantor Bupati. Panggil keluarga kita. Jangan hanya pegawai saja. Masyarakat juga mendaftar. Dan kepada pengembang melayani masyarakat dengan baik,” tutup Bupati.

Sekda Mateng : Baznas Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

Gandangdewata.com, Mateng —Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Tengah (Mateng), H. Askary menyebut bahwa Baznas memiliki peran dalam menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial khususnya di Kabupaten Mateng.

Hal itu disampaikan oleh Askary dalam kegiatan Silaturahmi Muzakki dan Mustahik, Penyaluran Kartu Bantuan Zakat (KBZ) dan Sosialisasi Zakat, Infaq dan Sedekah yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Mateng di Kantor Baznas Mateng, Selasa (21/1/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras, Kemenag Mateng, H. Mahmuddin, Kepala Baznas Mateng, Hamsah, Perwilan dari Polres Mateng, serta Tamu Undangan Lainnnya.

Pada kesempatan tersebut, Askary menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Baznas Mateng beserta seluruh jajaran termasuk pemberi bantuan, karena berbagai upaya dan kerja keras telah dibuktikan oleh teman-teman di BAZ Mateng dan semua sektor sudah membantu pemerintah mengentaskan permasalahan-permasalahan yang ada dimasyarakat khususnya yang ada di wilayah pemerintah Kabupaten Mateng.

“Pemerintah ini sangat terbatas, mungkin masih ada yang tidak terjangkau, diperintahan itu ada yang menjadi prioritas. Kita bertahap untuk memberikan bantuan dan yang tidak terjangkau itu kita berharap ada sentuhan melalui Baznas,” ujar Askary.Meskipun baru di Pemerintah Kabupaten Mateng kata Askary, tetapi Baznas sudah menunjukkan kinerja dan prestasinya.

“Mungkin karena BAZNAS, yang tahun kemarin angka kemiskinan kita diangka 7,14 sekarang Alhamdulillah menurun 6,18 (jika tidak salah), karna ada campur tangan dari BAZNAS dan Musakki serta kita semua yang hadir, angka generasio pada posisi 3 persen. Artinya bahwa di Mamuju Tengah pemerataan pendapatan itu tidak terlalu tinggi jaraknya,” ungkap Askary.

“Ini kita akan tingkatkan kita upayakan angka kemiskinan dapat menurun secara perlahan sesuai dengan kemampuan dan upaya yang kita lakukan, angka kesenjangan sosial itu berkurang. Kalau ini dapat kita atasi secara bersama-sama, In Syaa Allah keresahan sosial, penyakit-penyakit sosial juga akan berkurang, ini dapat mengurangi gejalah-gejalah dampak sosial yang dapat ditimbulkan,” sambungnya.

Askary juga mengajak untuk sama-sama hidupkan BAZ, kareba salah satu keberhasilan pemerintah apabila masyarakatnya itu mau secara mandiri atau tingkat kemandiriannya semakin meningkat, apa yang diberikan oleh Pemerintah dan Baznas hanya stimulan atau ransangan yang mungkin jumlahnya sangat terbatas, tapi yang besar nilainya adalah kemandirian suadara-saudara kita penerima bantuan, manakala menerima bantuan tahun ini dan mampu mengelolanya dan bisa meningkatkan tarap hidupnya, mampu mengembangkan usahanya itu yang merupakan keberhasilan pemerintah dan kita semua.

Sementara Kepala Baznas Mateng, Hamsah mengatakan, Bantuan Program Baznas yang 200 KK diperuntukkan untuk orang tua jompo, yang diberikan bantuan langsung sekitar Rp 200 ribu perbulan. Dan setiap tahun datanya diperbaharui, termasuk tahun 2020 ini sekitar ada 30 persen yang dirubah datanya, karena ada yang berubah status yang tadinya menerima Kartu Bantuan Zakat (KBZ), sekarang sudah bisa berinfaq, sehingga digulirkan lagi kepada yang lebih berhak menerimanya.

“Khusus untuk bantuan bedah rumah yang hari ini bersamaan penyerahan Kartu Bantuan Zakat, Bedah rumah memang ini kita berikan bagi yang tidak terkaper oleh bantuan PKH. Kita berharap dengan adanya Baznas, tidak ada lagi masyarakat Mateng yang tidak terkaper oleh hal-hal yang menyangkut masalah bantuan,

Hamsah juga berharap, masyarakat Kabupaten Mateng ada kesadaran untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas, Kesadaran untuk menunaikan rukun Islam yang ke tiga ini semakin meningkat, sehingga dengan meningkatnya orang sadar berzakat apalagi ke Baznas In Shaa Allah seiring itu pula peningkatan Baznas semakin meningkat dan pelayanan kemasyarakat lebih baik pula.

“Terkait dengan program Gerakan Infaq Seribu (GIS), ditahun ini kita akan membuat kotak sekitar seribu dan kita akan edarkan dan In Shaa Allah, target kita Rp 1 milyar pertahun. Dan yang menjadi program unggulan GIS itu adalah Rumah Sehat (Semacam Klinik), semua orang yang masuk gratis kecuali orang yang mampu kita akan meminta untuk berinfaq yang nantinya akan dilayani oleh tiga dokter selain itu yang akan kita segera laksanakan pelatihan klinik herbal,” ungkapnya.(*/hms)

Bupati Resmikan 6 Gedung Baru RSUD Mateng

Gandangdewata.com, Mateng — Bupati Mamuju Tengah (Mateng), H. Aras Tammauni didampingi Wabup Mateng, H. Muh. Amin Jasa, Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras dan Direktur RSUD Mateng, dr Patunrengi, meresmikan enam gedung baru RSUD Mateng, Jum’at (17/1).

Hadir dalam peresmian gedung baru RSUD Mateng tersebut, Kasat Narkoba Polres Mateng, IPDA Saiful, (Mewakili Kapolres Mateng), Para Asisten Setda Mateng, Para Kepala OPD Lingkup Pemkab Mateng, Serta tamu undangan lainnya.

Keenam gedung baru yang diresmikan oleh Bupati Mateng masing-masing, Gedung Instalasi Farmasi, Gizi, Loundry, IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasaranan Rumah Sakit), Perawatan Kelas I dan Kelas II.

“Hari ini kita meresmikan pembangunan gedung baru RSUD Mateng, ini sejalan dengan amanat Pasal 28 perubahan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kemudian dalam pasal 34 ayat 3 negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas penyediaan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak,” kata H. Aras dalam sambutannya.

Dengan dibangunnya Gedung baru ini, Bupati berharap agar kebersihan juga diutamakan sehingga masyarakat dapat merasa nyaman saat berada di RSUD ini, jika tidak bersih kan dapat juga menyebabkan penyakit.

“Ini juga sejalan dengan visi misi Bupati Mamuju tengah yakni, terwujudnya kemandirian daerah dalam bingkai Lalla Tasisara melalui gerakan bersama membangun Mamuju Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditahun 202. Terkhusus yang tertuang di misi ke 2 Perbaikan dan peningkatan infrastruktur kesehatan melalui peningkatan layanan rumah sakit, Puskesmas dan Pustu serta sumber daya manusia di bidang kesehatan, untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Bupati, Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan, merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Dengan berlakunya otonomi daerah maka kesehatan merupakan salah satu bidang pemerintah yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten atau kota.

“Hal ini berarti bahwa pemerintah kabupaten atau kota bertanggung jawab sepenuhnya dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diwilayahnya. Tentunya pemerintah tidak akan berhenti untuk terus berupaya membenahi kebutuhan bangunan dan infrastruktur rumah sakit sesuai dengan kebutuhan secara bertahap,” tutur Bupati.

Dia berharap bahwa sejumlah gedung yang baru dapat memberi nilai manfaat yang sebesar-besarnya terhadap peningkatan layanan rumah sakit, yang akan memberi kontribusi positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Mamuju tengah.

Sementara itu, Direktur RSUD Mateng, dr. Patunrengi dalam menyampaikan, peresmian enam gedung baru RSUD Mateng ini dalam rangka mewujudkan mutu pelayanan dan peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit.

Karena menurutnya, untuk menuju kualitas dan mutu pelayanan tentu harus memenuhi standarisasi. Seperti bagaimana sarana dan prasarananya, kualitas SDM dan sebagainya.

“Selain itu, pada hari ini juga ada penyerahan Mobil Ambulance serta  kita juga melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan Musholla Asy Syfa RSUD Mateng,” ungkapnya.(*/hms)

Harapan Bupati Mateng di HUT Bank Sulselbar

Gandangdewata.com, Mateng—Bupati Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), H. Aras Tammauni berharap, di Hari Ulang Tahun Bank SulSelBar yang ke 59, Bank SulSelBar selalu memberikan kepuasan dalam pelayanan kepada nasabah. Hal tersebut disampaikan Bupati Mateng saat menghadiri peringatan HUT Bank Sulselbar di Kantor Cabang Topoyo, Senin (13/1).

Aras mengatakan, tentunya dalam kurun waktu 59 tahun, banyak ragam telah mewarnai Bank SulSelBar. Setiap kejadian hendaknya menjadi motivasi bagi karyawan Bank Sulselbar untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan serta menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat.

“Saya berharap Bank Sulselbar terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah khususnya di Kabupaten Mamuju Tengah dan makin hari makin meningkat, makin jaya dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Aras juga berharap, agar kedepan kerjasama Bank SulselBar dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus ditingkatkan dan ikut mendorong pertumbuhan Ekonomi di daerah ini.

Sementara itu, Kepala Bank Sulselbar Cabang Topoyo, Aco A. Rahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada para nasabah di Kabupaten Mateng yang telah mempercayakan dananya disimpan di bank sulselbar.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah atas kepercayaannya selama ini menyimpan uang di Bank Sulselbar, Kami juga akan terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada para nasabah dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ini,”ucapnya.

Bank BPD (Bank Sulselbar) kata dia, tidak hanya untuk menyimpan Dana saja tetapi juga menyalurkan kredit bukan hanya kepada Pegawai PNS tetapi kepada masyarakat sesuai dengan prosedur yang ada.

“Selain itu, perencanaan untuk tahun 2020 Bank Sulselbar melakukan perluasan Ekspansi, nanti semua kecamatan kita akan bangun ATMnya, di Tobadak sementara kita kerja tempatnya, untuk Wilayah Karossa sudah ada, kemudian di wilayah Polohu kita bangun juga untuk menjangkau wilayah pangale dan Budong-budong, dan tahun ini juga kita bangun kantor defenitifnya di Lapangan depan mesjid Nur Hidayah Topoyo,”kuncinya.

Untuk diketahui, Acara HUT Bank SulSelBar yang dikemas sangat sederhana ini, juga dihadiri oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan, Anwar Nasir, Plt. Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Abd. Rajab Tanridjalling,Staf Ahli Bupati Mateng dan Kepala Bank Sulbar Cabang Topoyo, Aco A. Rahman, serta staf Bank Sulselbar. Bupati Mamuju Tengah H. Aras Tammauni secara seremoni memotong tumpeng sebagai simbol perayaan HUT Bank Sulselbar itu.(*/hms)

Komisi I DPRD Sulbar Bersama KPID Monitoring Lembaga Penyiaran

Gandangdewata.com, Polman – Agenda monitoring kelapangan bersama KPID, untuk melihat kerja-kerja pelaku usaha televisi dan radio di daerah. Sekaligus ingin mendapatkan masukan dalam rangka penyusunan Ranperda Penyiaran di Sulawesi Barat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD, Syamsul Samad saat bertatap muka dengan pelaku usaha penyiaran dalam kunjungan kerja dan monitoring di LPS Radio Mario, FM, Polewali Mandar, Selasa (21/01/2020).

Menurutnya, Kehadiran Komisi l dan KPID Sulbar ini, selain monitoring juga melakukan dialog, mendapatkan masukan dari pelaku usaha.”Raperda Penyiaran masuk dalam Prolegda Tahun 2020 dan ini salahsatu hak inisiatif DPRD Sulbar,” kata politisi Demokrat ini.

“Kedepan penataan penyiaran akan lebih baik dengan regulasi baik pula, tentunya harus dibawah pengawalan komisioner KPID, dimana saat ini mengalami perkembangan kualitas kinerja,  seperti hari ini bersama  kami pantau khususnya terkait perizinan,” jelas Syamsul Samad.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi I yang juga Ketua Balegda, H. Syahril Hamdani, mengungkapkan Kehadiran Lembaga Penyiaran baik LPB, LPPL dan LPS diera saat ini masih tetap dibutuhkan. LPS misalnya,  terutama Radio Sriwigading, Wonomulyo menjadi sarana efektif dalam perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. “Di radio itu, saya sering menjadi narasumber menyuarakan perjuangan pembentukan Sulawesi Barat,” kenang tokoh pejuang Sulbar ini.

Menyikapi masukan dari pelaku usaha penyiaran, Syahrir Hamdani mengatakan masalah dinamika penataan lembaga penyiaran dalam kaitannya dengan persaingan pengusaha besar dan kecil terutama dalam perluasan wilayah akan menjadi tambahan materi untuk membenahi dan dimasukkan dalam perda. “Kami akan memperhatikan masukan pelaku usaha penyiaran, mengatur penyiaran lokal, bagaimana mekanisme perluasan wilayah, dan tidak mematikan pelaku usaha lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPID, April Azhari Hardi mengungkapkan program kerja KPID Sulbar periode 2019-2022 ini, dengan melihat dinamika dan permasalahan yang dialami lembaga penyiaran didaerah ini terutama LPB.” Data kami  pada bulan Maret 2019. LPB yang berizin tetap hanya 1 LPB dan 2 LPB yang mengantongi IPP sementara sedangkan ratusan LPB lainnya tidak kantongi izin,” jelasnya.

Dengan gerakan sadar perizinan yang dilakukan KPID Sulbar, saat ini ada 3 LPB sudah memiliki IPP Tetap yakni Manakarra TV Mamuju, Mandar TV Majene, dan Polewali Media Visual TV. Dan 5 lainnya mengantongi IPP Sementara yakni Mavima TV Tinambung, Pasangkayu TV, Mateng TV, Sipatuo TV Mamasa dan Mambi TV. Sedangkan untuk LPS, Radio Mario FM, satu-satunya radio yang kantongi ISR di Polewali Mandar. “Hari ini, IPP Tetap Polewali Media Visual TV akan KPID serahkan kepada pemiliknya,” kata Azhari.

Bawaslu Awasi tes wawancara calon PPK KPU

Gandangdewata.com, MAMUJU–KPU Mamuju memulai tahap tes wawancara bagi para calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Mamuju tahun 2020. Tes wawancaranya sendiri dipusatkan di ruang media center, sekretariat KPU Mamuju, Minggu, 9 Februari 2020.

Satu persatu calon anggota PPK hasil tes tertulis diperhadapkan ke lima Komisioner KPU Mamuju yang secara langsung memimpin jalannya tes wawancara.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang menjelaskan, tes wawancara kepada para calon anggota PPK Pilkada Mamuju bertujuan untuk memperdalam pengetahuan seputar kepemiluan para calon PPK. Termasuk mengkonfirmasi kepada para calon anggota PPK terkait masukan dan tanggapan masyarakat.

“Kami benar-benar ingin memastikan anggota PPK untuk Pilkada Mamuju tahun ini benar-benar berkualitas dan berintegritas,” beber Hamdan dalam keterangannya.

Sementara itu, komisioner KPU Mamuju divisi Sosialisasi Parmas dan SDM, Ahmad Amran Nur menambahkan, pelaksanaan tes wawancara calon anggota PPK direncanakan digelar selama tiga hari. Dimulai sejak tanggal 9 Februari sampai 11 Februari 2020.

“Hasil seleksi wawancara ini sendiri akan kita umumkan pada 15 sampai 21 Februari tahun 2020,” sumbang Ahmad Amran Nur.

Proses tes wawancara para calon anggota PPK Pilkada Mamuju tahun 2020 diawasi langsung Bawaslu Mamuju. Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal, Bawaslu Mamuju, Siti Mustikawati dan Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Mamuju, Faisal Jumalang memimpin tim Bawaslu Mamuju dalam mengawasi jalannya proses tes wawancara tersebut.

Menurut Mustika, pelaksanaan tes wawancara calon anggota PPK oleh KPU Mamuju telah berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Salah satu indikatornya menurut perempuan berhijab ini, KPU Mamuju tidak membatasi ruang gerak pengawasan yang dilakukan Bawaslu.

“Kami dipersilahkan untuk menyaksikan langsung proses tes wawancara itu. Tidak ada yang ditutp-tutupi dalam proses tes wawancara para calon anggota PPK. Apalagi, prosesnya direkam, untuk bisa direview kembali. Menurut kami, proses wawancara telah dilakukan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku,” begitu kata Mustikawati. (*)

DPRD dan Pemprov Dukung Rencana Sulbar Jadi Tuan Rumah HPN Kedepan

Gandangdewata.com, Momentum Hari Pers Nasional yang puncaknya di peringati di Kalsel tahun ini dan dihadiri Presiden Jokowi diharapakan para insan pers termasuk di Sulbar untuk lebih baik dalam melakukan tugas jurnalistik.

Hal itu disampaikan Sekertaris Provinsi Sulbar Muh. Idris DP usai mengikuti HPN di Kalsel, Sabtu (08/02).

Kehadiran Idris bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar Abd Rahim dan Kadis Kominfo Safarudin menjadi spirit baru bagi insan pers khususnya PWI Sulbar untuk bersama – sama mencanangkan Provinsi Sulbar dapat menjadi tuan rumah HPN 2-3 tahun kedepan.

“Setelah berdiskusi dengan teman – teman yang hadir di Banjarmasin. Maka kita tak boleh lagi sebagai partisipan,” ujar Idris.

Kesiapan Provinsi Sulbar menjadi tuan rumah HPN kedepan tentu memerlukan energi bersama dan bahu membahu untuk mewujudkan rencana itu.

“Paling tidak kita sudah mencanangkan. Kita tak boleh terpaku satu aspek saja. Karena kalau berpikirnya kurang fasilitas. Maka rencana itu tak akan terlaksana,” katanya.

Rencana itu diamini Wakil Ketua DPRD Sulbar Abd Rahim, “kita harus optimis bahwa HPN di Sulbar bisa dilaksanakan. Semuanya mungkin saja,” pungkas Abd Rahim.(*)

KPID Sulbar Nilai Sistem OSS Kian Permudah Layanan Perizinan

Gandangdewata.com, Mamuju – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Barat (KPID Sulbar) Urwa, menghadiri acara bimbingan teknik pelaksanaan perizinan pelalui Online Single Submission (OSS) dan pemantauan SSJ, yang diselenggrakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat, di Jogjakarta, Kamis, 06/02/20.

Dalam kesempatannya, anggota PS2P KPID Sulbar,Urwa, mengatakan bahwa dalam sistem perizinan yang baru ini, harus terintegrasi dengan aplikasi OSS, yang memudahkan Lembaga penyiaran dalam mendapatkan izin.

“Ini di maksudkan agar sistem yang berbelit-belit serta terlalu lama, dapat dimudahkan dengan proses oline dan bukan secara manual lagi. OSS adalah sebuah terobosan yang sangat baik, agar pelayanan penyelenggaraan perijinan dapat mempermudah bagi lembaga penyiaran yang mengajukan ijin penyiarannya, sehingga KPI Daerah serta leading yang terkait, tidak lagi memproses secara manual pelayanan pada LPB dan LPS yang mengajukan izin siaran, baik itu izin baru ataupun perpanjangan, dapat dilakukan secara optimal,” ucap Urwa.

Sementara itu, Ketua KPID Sulbar April Azhari, mengatakan bahwa sistem dan aplikasi OSS, untuk perizinan bidang penyiaran dalam penerapannya, sudah sesuai dengan Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha, serta agenda Kementerian Kominfo mewujudkan First Class Broadcasting Lic.

“Dan ini hanya penyederhanaan regulasi dari empat peraturan menteri menjadi satu peraturan saja. Melalui kegiatan Bimtek itu, diharapkan lembaga penyiaran dapat memahami dan mengetahui segala aturan, tentang tata cara proses perizinan yang baru dan perpanjangannya,” tutur April Azhari.

Untuk diketahui,OSS dalam proses pelayanan perijinan merupakan implementasi dari peraturan pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, yang kemudian terbit Peraturan Menteri No 7 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik. (Humas KPID Sulbar)

Baca Juga Berita Populer