KPID Sulbar Nilai Sistem OSS Kian Permudah Layanan Perizinan

175

Gandangdewata.com, Mamuju – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Barat (KPID Sulbar) Urwa, menghadiri acara bimbingan teknik pelaksanaan perizinan pelalui Online Single Submission (OSS) dan pemantauan SSJ, yang diselenggrakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat, di Jogjakarta, Kamis, 06/02/20.

Dalam kesempatannya, anggota PS2P KPID Sulbar,Urwa, mengatakan bahwa dalam sistem perizinan yang baru ini, harus terintegrasi dengan aplikasi OSS, yang memudahkan Lembaga penyiaran dalam mendapatkan izin.

“Ini di maksudkan agar sistem yang berbelit-belit serta terlalu lama, dapat dimudahkan dengan proses oline dan bukan secara manual lagi. OSS adalah sebuah terobosan yang sangat baik, agar pelayanan penyelenggaraan perijinan dapat mempermudah bagi lembaga penyiaran yang mengajukan ijin penyiarannya, sehingga KPI Daerah serta leading yang terkait, tidak lagi memproses secara manual pelayanan pada LPB dan LPS yang mengajukan izin siaran, baik itu izin baru ataupun perpanjangan, dapat dilakukan secara optimal,” ucap Urwa.

Sementara itu, Ketua KPID Sulbar April Azhari, mengatakan bahwa sistem dan aplikasi OSS, untuk perizinan bidang penyiaran dalam penerapannya, sudah sesuai dengan Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha, serta agenda Kementerian Kominfo mewujudkan First Class Broadcasting Lic.

“Dan ini hanya penyederhanaan regulasi dari empat peraturan menteri menjadi satu peraturan saja. Melalui kegiatan Bimtek itu, diharapkan lembaga penyiaran dapat memahami dan mengetahui segala aturan, tentang tata cara proses perizinan yang baru dan perpanjangannya,” tutur April Azhari.

Untuk diketahui,OSS dalam proses pelayanan perijinan merupakan implementasi dari peraturan pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, yang kemudian terbit Peraturan Menteri No 7 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik. (Humas KPID Sulbar)

BAGIKAN