Gerindra Sulbar Buka Penjaringan Di Dua Kabupaten, Begini Respon Sulfakri

211
Sulfakri Sultan (Koordinator Badan Seleksi Penjaringan Kepala Daerah DPC Gerindra Mamuju).

Gandangdewata.com, – Mamuju – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Barat yang dikabarkan kembali membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di dua Kabupaten, yakni Mamuju dan Pasangkayu, akhirnya mendapat respon dari Koordinator Badan Seleksi Penjaringan Kepala Daerah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mamuju.

Sulfakri Sultan selaku Koordinator Badan Seleksi Penjaringan Kepala Daerah DPC Gerindra Mamuju mengatakan, sebenarnya yang membuka pendaftaran kembali itu adalah DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat, sementara yang telah melaksanakan proses penjaringan itu adalah kami dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Mamuju dan sudah menutup pada tanggal 10 Oktober 2019 lalu.

Baru – baru ini DPD Gerindra Sulawesi Barat membuka kembali pendaftaran pada tanggal 28 Oktober sampai tanggal 5 November 2019, dan pengembalian formulir itu pada tanggal 6 sampai tanggal 15 November 2019 mendatang, dasarnya adalah untuk menindak lanjuti rekomendasi rapat pimpinan nasional oleh DPP Gerindra pada 16 Oktober di Hambalang lalu,” kata Sulfakri.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Instruksi itu dimana bahwa kebijakan partai Gerindra mengenai proses Pilkada itu diarahkan semua pengurus baik DPD maupun DPC yang melakukan pilkada untuk membuka pendaftaran pada 28 Oktober sampai 15 November, meski jauh sebelumnya masing – masing DPC dibeberapa daerah sudah melakukan penjaringan dimana dengan landasan bahwa proses perekrutan itu masing – masing dilakukan di tiap tingkatan.

Selain itu kata Sulfakri, untuk pemilihan Bupati dan Wali Kota itu dilakukan ditingkat DPC sementara untuk pemilihan Gubernur itu dilakukan perekrutan ditingkat DPD, jadi untuk menjalankan instruksi DPP partai Gerindra maka DPD melaksanakan itu, karena jika DPC yang akan membuka lagi maka tentu terkesan tidak menghormati keputusan kami dari DPC Gerindra Mamuju yang telah menutup proses penjaringan.

Saat ditanya soal apakah ini merupakan manuver Gerindra di Pilkada terkhusus di Mamuju, secara tegas ia membantah akan hal itu .

“Bukan manuver, hanya saja ini merupakan sikap atas instruksi DPP Gerindra tersebut, sehingga yang membuka penjaringan ini adalah DPD bukan lagi DPC, dan perlu diketahui bahwa bagi yang telah melakukan pendaftaran di tingkat DPC Gerindra itu sudah tidak diwajibkan untuk mendaftar di tingkat DPD,” Jelasnya.

Sejumlah nama yang telah mendaftar di DPC Gerindra Mamuju kemarin itu sudah kami buatkan laporan, nantinya akan kita laporkan pada tanggal 15 November akan datang secara serentak diseluruh Indonesia.” Pungkas Sulfakri Rabu (30/10).

(Adi).

BAGIKAN