Ali Baal Harap Dana PEN Tepat Sasaran

21

GandangDewata.com, Mamuju – Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengikuti acara Penyerahan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk koperasi, melalui video conference di lantai 4  Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 23 Juli 2020.

Penyerahan program PEN, dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Dalam program PEN, Pemerintah Pusat melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menyiapkan dana untuk koperasi di Indonesia sebesar Rp. 1 triliun, dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi selama pandemi Covid-19.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, mengatakan,  sasaran utama perwujudan program itu adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui berbagai fasilitas pembiayaan yang ringan, supaya dunia usaha di Indonesia dapat kembali produktif dan meningkatkan perekenomian.

“LPDB menyalurkan dana sebesar Rp. 1 triliun untuk 100 Koperasi di Indonesia. Kita ada salah satunya di Sulbar yaitu KSU Bunga Rama di Polewali Mandar sebesar Rp. 2 milyar. Insya Allah untuk tahap berikutnya kami upayakan lagi agar beberapa koperasi yang ada bisa dapat bantuan dari LPDB,” beber Ali

Ali Baal menegaskan, bantuan yang diberikan LPDB kepada koperasi khususnya yang ada di Sulbar, harus bisa dikelola dengan cepat dan tepat sasaran, agar semua sektor ekonomi di daerah bisa cepat berjalan.

“Saya harapkan dana ini bisa dikelola dengan baik, jangan disia-siakan ini harus tepat, cepat dan benar. Berikan kepada pelaku-pelaku usaha yang betul membutuhkan, jangan diberikan kepada pelaku usaha yang sudah terkapar atau yang sudah tidak dapat beroperasi lagi.”tandas Ali Baal.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo, dalam sambutannya mengatakan, gambaran perekonomian dunia bisa berubah dari setiap bulannya, bersifat sangat dinamis dan posisinya semakin sulit, prediksi pertumbuhan ekonomi berubah-ubah dikarenakan kondisi yang tidak menentu seperti di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kita tahu semuanya, keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah. Keadaan yang sangat sulit bagaimana mengendalikan Covid-19 dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan, bukan hal yang mudah,”ucap pria yang akrab di sapa Jokowi itu

Jokowi mengungkapkan, kesempatan baik dalam proses pemulihan ekonomi di Indonesia  waktunya ada pada bulan Juli, Agustus, dan September 2020. 

“Jika pada tiga bulan tersebut ada pertumbuhan, maka di kuartal keempat bahkan tahun depan perekonomian Indonesia akan jauh lebih mudah,”pungkasnya 

Dalam kegiatan itu, Gubernur Sulbar didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulbar, Hamzah dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Amir Maricar, serta dihadiri sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar. (ayu)

 

BAGIKAN