Taufik Basir Nilai Pemberitaan Mengada -Ada Sudutkan Keluarga

623
Sumber Foto : Taufik Basir

Gandangdewata.com, – Mamuju –
Menyikapi pemberitaan disalah satu media online terkait warga bernama Asgar Basir yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Mamuju yakni Asgar Basir, yang berhasil ditangkap di kediamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu (10/7) lalu, dibantah oleh pihak keluarga.

Taufik Basir yang merupakan adik Asgar Basir kepada Redaksi Gandangdewata.com Sabtu (13/7) mengatakan, pemberitaan tersebut sangatlah tidak benar dan terkesan mengada- ada.

” Yang benar adalah jaksa dalam hal ini Andri Yuliana, SH, MH menelepon Pak Asgar, dimana jaksa yang dimaksud mau datang pada hari Rabu tanggal (10/7) untuk mengantar pak asgar ke lapas,” Jelas Taufik.

Lebih jauh Taufik menyebut bahwa, dari telepon itu di jawab oleh pak Asgar dimana beliau mengatakan, baik kita ketemu di depan lapas tepat jam 11 siang. Sehingga Andri Yuliana bersama dengan rekannya dari bandara palu langsung ke lapas Petobo dengan mengendarai mobil rental taxi bandara mutiara palu, untuk selanjutnya menemani pak Asgar meregistrasi kepada petugas lapas Petobo dalam suasana kekeluargaan dan komunikasi yang baik.

Bahkan sempat kita nongkrong di warkop depan lapas bersama kedua ibu jaksa, bahwa Tidak benar ada penjemputan di rumah dan itu tidak benar ada upaya melarikan diri, sehingga kami menilai Itu berita sesat,” lanjut Taufik.

Pihaknya berjanji akan mengusut sumber informasi tersebut dan akan menindak lanjuti secara pidana.

Kami sedang usut sumbernya untuk kami tindak lanjuti secara pidana, saya mengetahuinya karena saya ada disitu dan ikut masuk temani pak Asgar saat registrasi bersama kedua jaksa yg dimaksud,” Kata Taufik.

Sementara kasus yang dimaksud sebenarnya hanyalah masalah warisan yang diproses melalui hukum pidana, dan sudah di menangkan di tingkat pengadilan Negeri namun kalah di kasasi, didalam website Mahkama Agung juga disebutkan penyerobotan, yang secara fakta tidak pernah terjadi penyerobotan terhadap tanah, sekarang prosesnya masih dalam upaya hukum luar biasa di Mahkama Agung,” terang Taufik.

“Jadi ini intinya adalah Bagaimana bisa seseorang atau Persero dituduh menyerobot sementara dia memegang sertifikat yang sah menurut undang undang, silahkan buka sendiri website Mahkama Agung, jelas disitu tertulis kasus penyerobotan.Kasus ini banyak kejanggalan,” Ujar Taufik.

Penting untuk diketahui bahwa jika anak di hukum hanya karena harta bapaknya itupun bapak pemilik harta sudah meninggal, Sekira dia masih hidup tentu akan marah besar.” Kunci Taufik Basir Sabtu (13/7).

Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk melakukan konfirmasi ke Kajari Mamuju belum membuahkan hasil dan akan dikonfirmasi selanjutnya.

(Adi).

BAGIKAN