GMNI Cabang Mamuju Nilai Kualitas Pendidikan Kita Masih Terbelakang

128
Esa Hermansyah (Ketua Umum GMNI Cabang Mamuju).

Gandangdewata.com, – Mamuju – 2 Mei kerap diperingati sebagai hari pendidikan nasional (Hardiknas).

Dimomentum 2 Mei 2019 kali ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju menilai bahwa kualiatas pendidikan masih sangat terbelakang.

Ketua Umum GMNI Cabang Mamuju Esa Hermansyah mengatakan, secara nasional Indonesia masih dibilang terbelakang dalam hal kualitas pendidikan. Kita masih kalah jauh dari Finlandia.

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik pun kita juga kalah dalam hal kualitas pendidikan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Esa.

Sementara dalam skala lokal dirinya menyebut bahwa, potret dunia pendidikan di Sulbar saat ini sangat memprihatinkan. Itu bisa dilihat dari aspek tenaga pendidik atau guru. Guru belum terdistribusi dengan baik di tiap-tiap sekolah.

Ia melihat bahwa di Sulbar pemerataan guru belum maksimal.

” Guru belum terdistribusi dengan baik di tiap – tiap sekolah, bahkan banyak sekolah terpencil yang masih belum punya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hanya mengandalkan guru honorer serta sukarela. Padahal dalam undang-undang dengan begitu jelas mengatur tentang kewajiban distribusi guru tenaga pendidik secara merata di setiap sekolah tanpa membedakan,” Terang Esa.

Selain itu sarana dan prasarana yang belum memadai, saya kira anggaran untuk dana pendidikan 20% itu harus betul-betul terealisasi dan menyentuh basis-basis yang memang berhak. Jangan sampai anggaran untuk dana pendidikan itu tidak terakomodir dengan baik dan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung,” Paparnya.

Saat ditanya tentang spirit untuk membangun dunia pendidikan kita saat ini, Esa menjelaskan bahwa spirit yang harus kita tanamkan dalam hal membangun pendidikan agar semakin baik dan berkualitas adalah dengan menanamkan semangat nasionalisme patriotisme, pendidikan budaya dan kearifan lokal serta nilai-nilai agama dan moralitas.

Menurut ketua GMNI Cabang Mamuju ini bahwa, pelajaran kebudayaan itu juga sangat dibutuhkan, apalagi menyangkut kearifan lokal karena itu adalah identitas yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Saya justru berharap lagu-lagu daerah, bahasa daerah, tarian daerah, dan norma kebudayaan leluhur itu diajarkan agar kita menjadi berkarakter dan berkepribadian dalam hal kebudayaan.

Lebih jauh Esa mengurai bahwa, saya rasa itulah pentingnya pendidikan karakter kepada peserta didik sedini mungkin. Jangan hanya fokus diwilayah aspek pendidikan kedisiplinan ilmu pengetahuan sehingga lupa bahwa pendidikan karakter dan pendidikan norma juga tidak kalah penting. Perlu juga penekanan kepada siswa, orang tua siswa bahwa pendidikan bukan hanya ada disekolah tapi disemua tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru agar tertanam benih moralitas yang berkeadaban seperti kata Roem Topatimasang.

Dimomen Hardiknas ini tak kalah penting juga bagi kita semua terkhusus di Sulbar yakni GTT dan PTT perlu juga mendapatkan perhatian yang serius dari Pemprov Sulbar. Karena dalam hal menjalankan kewajiban sesuai konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa telah dilakukan oleh GTT dan PTT dengan serius dan Pemprov Sulbar wajib dan jangan tutup mata untuk nasib mereka.” Kunci Esa Hermansyah (2/5).

(Adi).

BAGIKAN