FES Dan DJSN Gandeng AJI Gelar Diskusi Publik

83
Diskusi Publik Di Hotel Maleo Town Square Jumat (5/4).

Gandangdewata.com, – Mamuju – Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) merupakan organisasi nirlaba dari Jerman bekerjasama dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Kota Mandar menggelar diskusi publik publik dengan tema “Menuju Jaminan Kesehatan Semesta: Capaian dan Tantangan” di Hotel Maleo Town Aquare, Jumat (5/4) sebagai upaya sosialiasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Ketua AJI Kota Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan diskusi ini penting untuk memberi pemahaman kepada publik, khususnya para jurnalis tentang Jaminan Sosial Nasional.

Dirinya mengaku pernah mengalami masalah terkait persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Saya dan beberapa teman pernah mengalami masalah kekurangpahaman tentang BPJS, Biasanya kami hanya mengeluh atau curhat ke media sosial.Sehingga harapannya,melalui kegiatan ini kita bisa mendapat pemahaman lebih baik tentang Jaminan Kesehatan yang ada di negara kita,” kata Ridwan.

Pada diskusi publik kali ini diikuti sekira 70 peserta. Sebagian besar berasal dari jurnalis dari empat Kabupaten di Sulbar diantaranya Mamasa, Polman, Majene dan Mamuju, dari perwakilan instansi atau lembaga yang merupakan ‘stakeholder’ dari Jaminan Sosial, organisasi kepemudaan, dan penggiat literasi.

Disesi pertama diskusi menghadirkan narasumber Ahmad Ansori selaku Dewan Jaminan Sosial Nasional, Yuni Eko Sulistiono dari Watchdoc, dan Ronny Adolf Buol salah satu pembuat film dokumenter tentang jaminan kesehatan produksi Watchdoc.

Pada diskusi tersebut diawali dengan pemutaran film dokumenter “Enam Penjuru”.Dimana film berdurasi 40 menit tersebut menceritakan kisah dari enam daerah (Aceh, Banyumas, Jakarta, Sulawesi Utara, Bali, dan Kediri).

Film bertujuan memberi pemahaman kepada jurnalis dan masyarakat sipil atas pelaksanaan SJSN dan memberi gambaran singkat mengenai potret pelaksanaan jaminan sosial yang terekam di enam wilayah di Indonesia sebagai refleksi bagi para stakeholder demi peningkatan kualitas program jaminan sosial.

Sementara pada sesi diskusi kedua menghadirkan Arif Rakhmat sebagai perwakilan BPJS Kesehatan Mamuju, Iman M. Amin dari BPJS Ketenagakerjaan Mamuju, dan Dr. H. Harman Haba M. Kes. dari RS Mitra Manakarra.

Dalamdiskusi ini sejumlah pertanyaan disampaikan oleh peserta lebih kepada permasalahan BPJS yang dinilai terkadang mempersulit masyarakat kelas bawah.

(Adi).

BAGIKAN