DPRD Kabupaten Mamuju Siap Kawal Tuntutan Puluhan Guru

125

Mamuju – Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj.Sitti Suraidah Suhardi,SE, berjanji akan mengawal tuntutan dari para guru. Hal ini disampaikan ketua DPRD Mamuju saat puluhan guru melakukan aksi di Gedung DPRD Mamuju, Jumat (29/03/2019).
Massa yang tergabung dalam Aliansi Guru Bersatu Mamuju meminta kepada DPRD Kabupaten Mamuju untuk mendorong pembentukan dewan etik guru karena maraknya tindakan kekerasan terhadap anak dan guru.

Menurut Suraida Suhardi, apa yang menjadi tuntutan dari guru-guru ini tentu tetap akan dikawal dan diterimah, termasuk penguatan regulasi seperti perda melalui rekomendasi ke Bupati.
“Kita berharap bahwa jika nantinya kita akan membuat rekomendasi terkait perda atau peraturan Bupati semoga itu bisa diterimah, dan kami di DPRD akan tetap bersama-sama mengawal apa yang menjadi tuntutan dari guru- guru kita ini”ujar Suraidah.

Ditempat yang sama Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan mengatakan, terkait adanya laporan pada guru itu sendiri maupun guru yang dilaporkan, polisi ini bekerja berdasarkan asas-asas hukum pidana yaitu asas equality Before the law atau kesamaan di muka hukum.
“Jika ada mengadu pasti diproses, dimana dalam prosesnya ada yang berlanjut dan ada tidak, karena dalam proses penyelidikan minimal polisi mengantongi dua alat bukti supaya dapat dilakukan penyidikan lanjut”terangnya.

Lebih jauh Rivai menjelaskan, terkait kasus guru sebagai korban itu sementara dalam proses penyidikan, berkas sudah tahap I, itu sudah dipelajari di jaksa, nanti setelah dianalisa jika ada kurang atau sudah cukup maka akan dilimpahkan sama jaksa.
Kapolres Mamuju Muhammad Rivai Arvan mengaku bahwa pada kasus yang menimpa Harlawan yang juga diadukan oleh orang tua siswa masih dalam proses penyelidikan.
“Artinya polisi masih mengumpulkan alat bukti, apakah ini merupakan proses pidana. Namun perlu diketahui bersama ada putusan mahkama agung untuk melindungi guru dalam menjalankan aktivitas selama itu dalam proses belajar mengajar”jelas Arvan.
Ditambahkan bahwa, terkait kasus ini, saya pasang badan didepan bapak ibu guru, pangkat dan jabatan saya taruhannya, namun saya juga harus bertindak profesional dengan tidak mengesampingkan peraturan-peraturan yang ada.”tutup Kapolres Mamuju (Shir)

BAGIKAN